we are sastra

we are sastra

Selamat datang di VIVA SASTRA!!

welcome to vivasastra.blogspot.com
this blog is dedicated to sastra community especially Dr Soetomo University students.In this blog you can post your art work such as poem,short story,reviews and picture artwork or you can comment on them.Feel free to post anytime,send your creation to sastraunitomo@gmail.com
and please..... no pornography,racist or discrimination

selamat datang di vivasastra.blogspot.com
blog ini di dedikasikan untuk komunitas sastra khususnya mahasiswa Universitas Dr Soetomo.Di blog ini kamu bisa posting karya kamu seperti puisi,cerpen,ulasan dan gambar seni atau kamu bisa kasih komentar tentangnya.Kamu bebas untuk posting kapan saja,kirim karya kamu ke sastraunitomo@gmail.com
dan kami tidak menerima pornografi,SARA atau diskriminasi

kami tunggu kiriman anda
Admin

35 Perupa Jepang Pamerkan 75 Keramik Multifungsi


Tuesday, 06 May 2008
SURABAYA - SURYA -Jepang dan keramik adalah dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Keramik senantiasa menjadi bagian hidup sehari-hari. Tak hanya untuk pajangan berupa vas bunga, perkakas makanan juga terbuat dari keramik. Misalnya piring, gelas, teko, mangkuk, tempat sayur.

“Keramik adalah gaya hidup masyarakat kami yang sudah ada sejak berabad-abad silam. Sampai sekarang keramik sudah berkembang menjadi beragam corak sesuai dengan kekhasan tanah liat di masing-masing kota,” ujar Yushi Suzuki, Bagian Kebudayaan Konsulat Jenderal Jepang di sela pembukaan pameran keramik peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang di lobby Hotel JW Marriott, Senin (5/5).

Pameran 75 keramik karya 35 perupa Jepang merupakan kerjasama Konsulat Jenderal Jepang dengan Japan Foundation. Pameran bertajuk Japanese Pottery: The Rising Generation from Traditional Japanese Kilns tersebut akan digelar hingga 18 Mei. Keramik yang dipamerkan, tak cuma keramik yang fungsinya sebagai vas bunga tapi beragam fungsi. Keramik yang bisa dipakai sebagai wadah serbaguna.

Perupa dari Kota Arita memamerkan mangkuk keramik bermotif bunga. Perupa asal Bizen memamerkan keramik berbentuk vas bunga warna coklat. Motifnya abstrak, bentuknya juga tidak banyak neko-neko.

Para perupa dari Mashiko dan Kyoto lebih variatif. Mereka memodifikasi vas bunga dalam beragam model. Perupa Mashiko lebih banyak menampilkan keramik-keramik untuk dibikin piring persegi, vas heksagonal, dan tea-set. Perupa Kyoto lebih unik menciptakan vas-vas bunga dalam bentuk yang tak beraturan, mirip kaki-kaki binatang.

“Masyarakat Jepang suka sekali dengan yang namanya seni membuat keramik. Keramik-keramik yang dipamerkan ini bermodel kontemporer, dibuatnya sekitar 10 tahun lalu. Sengaja kita pamerkan untuk memberi apresiasi para perupa Jepang,” sambung pria yang sudah 10 tahun tinggal di Surabaya ini.

Peringatan ini tidak hanya berlangsung di Surabaya, melainkan juga di Jakarta dan Makassar. Selain pameran keramik, acara tersebut juga diisi upacara penyajian minum teh ala Jepang yang diperagakan dosen tamu Sastra Jepang Unitomo Shimizu Sanaƫ. Dalam seni penyajian minum teh itu juga menggunakan tea-set keramik warna-warni model kontemporer. ame

nb:
buat shimizu sensei....i miss u (hiks)

0 comments:

your comment


Free shoutbox @ ShoutMix

cari sesuatu

Google

 

SASTRA 2007 - 2008| Supported by Admin SATU JIWA SATU HATI ALAM SASTRA